Wednesday, August 24, 2016

RANCA UPAS SMART CAMP ADVENTURE

Selama Pagi Semuaaa....Jom pergi ke "Ranca Upas Smart Camp Adventure" di Rancabali, Bandung, Jawa Barat Indonesia... :)

Sumber Gambar Daripada: 
http://www.rancaupas.com/…/panduan-wisata-ranca-upas-bandun…

http://tempatwisatadibandung.info/ranca-upas-wisata-asyik-…/







Tuesday, August 23, 2016

Good Morning Everyone...Let's go to Mount Galunggung...


Information About Mount Galunggung...

Mount Galunggung is a volcano with 2,167 m above sea level. It is located about 17 km from Tasikmalaya. There are several objects offered, that is forest-tour in at least 120 hectares area under Bureau of Forestry management, hot water bathing place completed with swimming pool, bathroom and hot water tub facilities. Mount Galunggung is a volcano near to Tasikmalaya city. The volcano erupted in 1990 and spread its rain of ash to entire Indonesia and neighboring countries. An easy trip from Tasikmalaya by minibus, motorcycle ride and then a two-hour walk is Mount Galunggung. An active volcano that erupted less than ten years ago is worth a look-see. Hike around the "Golden Crater" of Mount Papandayan, southwest Garut, which is an active steam-hissing volcano. The mountain is named after its bright-yellow sulfur deposits and gains its fame, or infamy, due to its highly active and potentially dangerous steaming geysers and poisonous gases. Be careful when walking around the volcano's rim.

Picture Source: Google
Information Source:
http://www.indonesia-tourism.com/west-java/mount-galunggung.html

Monday, August 22, 2016

Mengisi Kemerdekaan, Implementasi “Indonesia Kerja Nyata”


Sumber Daripada:- http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/18713/2016/08/18/Mengisi-Kemerdekaan-Implementasi-Indonesia-Kerja-Nyata
Gambar Diperoleh Daripada:- Google

BANDUNG-Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), menjadi inspektur upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 dan pengibaran bendera Merah Putih Tingkat Provinsi Jawa Barat di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Rabu (17/8).
Di usianya yang ke-71 tahun ini Indonesia memiliki banyak tantangan dalam proses pembangunannya, sehingga, menurut Aher, diperlukan kerja nyata dari semua pihak dan sebagai bagian dari upaya kita dalam mengisi kemerdekaan yang telah diraih bangsa. Hal ini sesuai dengan tema peringatan HUT RI ke-71 “Indonesia Kerja Nyata”.

“Kalau dulu kerja nyata para pahlawan adalah merebut kemerdekaan, maka pada hari ini dalam situasi masyarakat sipil, kondisi damai, kita juga harus kerja nyata mengisi kemerdekaan, menghadirkan masyarakat Indonesia yang dicita-citakan, masyarakat adil, makmur, sejahtera, bahagia. Itu adalah cita-cita kita,” ungkap Aher usai upacara.

Aher mengatakan bahwa upaya kerja nyata yang tengah dilakukan oleh pihaknya mencakup berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, ekonomi, pertanian, ketahanan keluarga, dan pengembangan wilayah perkotaan dan perdesaan. Dengan upaya ini diharapkan akan semakin meningkatkan kualitas kehidupan serta kesejahteraan masyarakat di Jawa Barat.

Namun, dalam amanat yang disampaikannya ini Aher pun tak menampik berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi saat ini, diantaranya menjaga pertumbuhan ekonomi secara kuat dan berkualitas, pemerataan ekonomi yang berkeadilan, meningkatkan daya beli masyarakat, menekan angka pengangguran dan kemiskinan, adanya kesenjangan pendapatan masyarakat, peningkatan peran masyarakat lanjut usia, menjaga kondusifitas dari ancaman konflik horizontal, ancaman terorisme dan radikalisme, memberantas narkoba, human trafficking, serta melindungi masyarakat dari bahaya pornografi dan pornoaksi.

“Semua tantangan tersebut membutuhkan hadirnya kerja nyata dalam mengatasinya,” kata Aher dalam amanatnya.



Capaian Pembangunan Jabar & Percepatan Pembangunan Model Hibrida

Pada kesempatan ini, dalam amanatnya, Aher juga menyampaikan beberapa capaian indikator makro pembangunan yang telah diraih Jawa Barat hingga pertengahan 2016 ini. IPM Jawa Barat pada tahun 2015 mencapai 69,5 poin; dengan  indeks pendidikan 59,95 poin, indeks kesehatan 80,63 poin, dan indeks pengeluaran sebesar 869,45 poin. Sementara pengeluaran per kapitanya mencapai Rp 9,7 juta.
Laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada tahun 2015 terus dipertahankan hingga di atas 5%, PDRB per kapita sebesar Rp 32,65 juta. Angka inflasi Jabar pada tahun 2015 sebesar 2,75% dan persentase penduduk miskin terus turun hingga 8,95% pada Triwulan I Tahun 2016 ini.

“Berbagai capaian pembangunan tersebut merupakan hasil kerja nyata dari seluruh pemangku kepentingan di Jawa Barat. Untuk itu, kerja nyata harus senantiasa menjadi spirit yang dipertahankan dalam setiap pelaksanaan agenda pembangunan ke depan, sehingga akselerasi berbagai target pembangunan daerah dapat kita wujudkan secara optimal,” harap Aher.

Selain itu, untuk mendukung percepatan pembangunan, mengurangi kesenjangan pendapatan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemprov Jawa Barat terus mendorong aparatnya dalam memberikan kemudahan berinvestasi dan membuka akses keuangan seluasnya untuk masyarakat. Hal ini merupakan strategi efektif dalam mengurangi kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan pendapatan yang terjadi di masyarakat.

Hal lainnya yang Aher ungkapkan, yakni strategi pemerintahannya dalam mempercepat pembangunan namun dilakukan secara merata dan berkesinambungan. Dalam hal ini Pemprov Jawa Barat menerapkan sistem pemerintahan Model Hibrida, yaitu pembangunan berbasis otonomi daerah dan berbasis 3 (tiga) metropolitan dan pusat pertumbuhan di provinsi dengan jumlah penduduk lebih dari 46,7 juta jiwa ini.
“Metropolitan tersebut meliputi Bodebekarpur (Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, dan Purwakarta), Bandung Raya, dan metropolitan Cirebon Raya. Serta pusat pertumbuhan Palabuhanratu, Rancabuaya, dan Pangandaran di kawasan selatan Jawa Barat,” jelas Aher.

Strategi percepatan dan pemerataan pembangunan ini harus bisa didukung oleh berbagai pihak, karena, Aher mengungkapkan, untuk mewujudkan kawasan ini dibutuhkan pendanaan hingga Rp 600 Triliun. Aher pun berharap hal tersebut bisa diwujudkan dengan skema kerjasama pendanaan antara pemerintah dengan dunia usaha, serta peningkatan peran BUMD Provinsi Jawa Barat.

Program Penyelia Mitra Tani Harus Tetap Dilanjutkan


Sumber Daripada:- http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/18759/2016/08/21/Program-Penyelia-Mitra-Tani-Harus-Tetap-Dilanjutkan

Gambar Diperoleh Daripada:- Google

BANDUNG-Anggota Komisi IV DPR RI Akmal Pasluddin menilai keberadaan tenaga pendamping Penyelia Mitra Tani (PMT) yang berada di bawah wewenang Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, menjadi hal yang harus dilanjutkan.

Sebab, program yang diluncurkan sejak tahun 2008 ini, berperan penting dalam mendukung pencapaian Swasembada Pangan yang dicanangkan oleh Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.
“Dalam rangka Swasembada Pangan, kehadiran PMT tidak dapat dinafikan. Oleh karena itu, PMT mempunyai fungsi dan peran stategis untuk mendampingi para petani yang tergabung dalam kelompok Gapoktan (Gabungan Kelompok Petani),” kata Akmal dalam siaran pers yang diterima jabarprov.go.id, Minggu (21/8).

Dikatakan, menurut salah seorang tenaga pendamping PMT, program ini direncanakan untuk dihentikan pada Bulan Agustus 2016 ini karena tidak adanya alokasi anggaran dari Kementerian Pertanian.

“Padahal anggaran Kementerian Pertanian 27 Miliar, sedangkan Program PMT tidak sampai satu persen. Dana 27 Miliar tersebut bukan dana kecil, maka butuh pendampingan ke petani. Oleh karena itu, keberadaan PMT menjadi sangat dibutuhkan oleh kelompok tani,” katanya.

Dengan demikian, tambah Akmal, Komisi IV bersama Dirjen PSP Kementan akan serius mengkaji agar dasar hukum program tersebut menjadi kuat. Sebab, dari segi kebutuhan, keberadaan pendamping petani, khususnya pertanian organik, jumlahnya terus berkurang setiap tahun.
“Oleh karena itu, kami mohon juga agar para pendamping PMT ini menyampaikan ke kepala daerah, DPRD, dan petani di daerah masing-masing, agar persoalan ini menjadi masalah nasional dan kehadiran PMT sangat dibutuhkan,” katanya.

Hingga kini, para pendamping PMT tersebut mengaku telah bertemu dengan Pimpinan Komisi IV DPR RI agar melakukan komunikasi intensif ke Kementerian Pertanian. Berharap, DPR RI akan memperjuangkan alokasi anggaran serta kejelasan status, baik diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) atau diperpanjang kontrak hingga tahun 2019. (ADI)

Sunday, August 21, 2016

HAPPY LUNCH

Keep Calm And Have Lunch... Visit this site : - http://www.naturallembang.com/







Picture Source: Google & Natural Strawberry Land & Resto