Thursday, August 25, 2016

Purwakarta Gelar Karnaval Sampurasun World Ethnic Festival 2016


Dalam rangka memeriahkan acara HUT ke-185 Purwakarta dan hari jadi ke ke-48 Kabupaten Purwakarta. Pemkab Purwakarta mengadakan Karnaval Sampurasun World Ethnic Festival 2016. Rangkaian acara Karnaval Sampurasun dimulai pada tanggal 20 Juli 2016 – 27 Agustus 2016.


Dalam rangka memeriahkan acara HUT ke-185 Purwakarta dan hari jadi ke ke-48 Kabupaten Purwakarta. Pemkab Purwakarta mengadakan Karnaval Sampurasun World Ethnic Festival 2016. Rangkaian acara Karnaval Sampurasun dimulai pada tanggal 20 Juli 2016 –  27 Agustus 2016.

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, menjelaskan, tema tersebut diambil sebagai bentuk kepedulian kaum etnik atau adat di Indonesia dan dunia yang semakin terpinggirkan oleh perkembangan perkebunan dan industri.

“Masyarakat baduy dan kampung naga di Indonesia adalah orang-orang yang komitmen terhadap lingkungan dan sangat bergantung pada kearifan lokal. Namun secara umum mereka mengalami tekanan yang kuat dari sektor perkebunan dan industry,” jelas Dedi kepada wartawan di Pendopo Kabupaten Purwakarta.

Hal itulah yang mendasari Kabupaten Purwakarta mengambil tema sentral tersebut agar masyrakat semakin peduli dan mau bertoleransi menjaga keberadaan mereka yang semakin terpinggirkan.
Rangkaian acara Karnaval Sampurasun dimulai dengan acara Sidang Paripurna Istimewa yang diselenggarakan pada tanggal 20 Juli 2016 di Taman Pesanggrahan Padjajaran, acara puncak dari Karnaval Sampurasun akan diadakan pada 27 Agustus 2016 dengan utusan dari 10 negara yaitu Indonesia, Afrika, Amerika, Rusia, Meksiko, Tiongkok, Jepang, Mesir, Australia dan Selandia Baru.

Sumber : medialensanusantara
Website : http://westjavatourismboard.info/purwakarta-gelar-karnaval-sampurasun-world-ethnic-festival-2016/





Bandung Historical Buildings "GEDUNG SATE"

Good Morning Everyone.. :)

Topic this morning is about bandung historical buildings "Gedung Sate"...

The building was built in 1920 by a Dutch architect, J.Gerber. It is named Gedung Sate or "Satay building" because of the shape of its main roof and was designed based on a combination of Italian and local architectures, Islamic and Hindu. The “satay roof” consists of 6 “satay-look alike pieces”, to symbolize the 6 million Dutch Gulden spent to build Gedung Sate. The Dutch East Indies government used this building as its main office and today Gedung Sate is the office of the West Java Governor.
This building was purposely built facing Gunung (mount) Tangkuban Perahu. Later, the government of Indonesia constructed Monument Perjuangan Rakyat Jawa Barat in front of Gedung Sate. If we draw a line from Gunung Tangkuban Perahu to Monument Perjuangan Rakyat Jawa Barat and to Gedung Sate, it will be a straight line. These three sites are all located on the same latitude.

Picture Source From: Google






Wednesday, August 24, 2016

RANCA UPAS SMART CAMP ADVENTURE

Selama Pagi Semuaaa....Jom pergi ke "Ranca Upas Smart Camp Adventure" di Rancabali, Bandung, Jawa Barat Indonesia... :)

Sumber Gambar Daripada: 
http://www.rancaupas.com/…/panduan-wisata-ranca-upas-bandun…

http://tempatwisatadibandung.info/ranca-upas-wisata-asyik-…/







Tuesday, August 23, 2016

Good Morning Everyone...Let's go to Mount Galunggung...


Information About Mount Galunggung...

Mount Galunggung is a volcano with 2,167 m above sea level. It is located about 17 km from Tasikmalaya. There are several objects offered, that is forest-tour in at least 120 hectares area under Bureau of Forestry management, hot water bathing place completed with swimming pool, bathroom and hot water tub facilities. Mount Galunggung is a volcano near to Tasikmalaya city. The volcano erupted in 1990 and spread its rain of ash to entire Indonesia and neighboring countries. An easy trip from Tasikmalaya by minibus, motorcycle ride and then a two-hour walk is Mount Galunggung. An active volcano that erupted less than ten years ago is worth a look-see. Hike around the "Golden Crater" of Mount Papandayan, southwest Garut, which is an active steam-hissing volcano. The mountain is named after its bright-yellow sulfur deposits and gains its fame, or infamy, due to its highly active and potentially dangerous steaming geysers and poisonous gases. Be careful when walking around the volcano's rim.

Picture Source: Google
Information Source:
http://www.indonesia-tourism.com/west-java/mount-galunggung.html

Monday, August 22, 2016

Mengisi Kemerdekaan, Implementasi “Indonesia Kerja Nyata”


Sumber Daripada:- http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/18713/2016/08/18/Mengisi-Kemerdekaan-Implementasi-Indonesia-Kerja-Nyata
Gambar Diperoleh Daripada:- Google

BANDUNG-Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), menjadi inspektur upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 dan pengibaran bendera Merah Putih Tingkat Provinsi Jawa Barat di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Rabu (17/8).
Di usianya yang ke-71 tahun ini Indonesia memiliki banyak tantangan dalam proses pembangunannya, sehingga, menurut Aher, diperlukan kerja nyata dari semua pihak dan sebagai bagian dari upaya kita dalam mengisi kemerdekaan yang telah diraih bangsa. Hal ini sesuai dengan tema peringatan HUT RI ke-71 “Indonesia Kerja Nyata”.

“Kalau dulu kerja nyata para pahlawan adalah merebut kemerdekaan, maka pada hari ini dalam situasi masyarakat sipil, kondisi damai, kita juga harus kerja nyata mengisi kemerdekaan, menghadirkan masyarakat Indonesia yang dicita-citakan, masyarakat adil, makmur, sejahtera, bahagia. Itu adalah cita-cita kita,” ungkap Aher usai upacara.

Aher mengatakan bahwa upaya kerja nyata yang tengah dilakukan oleh pihaknya mencakup berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, ekonomi, pertanian, ketahanan keluarga, dan pengembangan wilayah perkotaan dan perdesaan. Dengan upaya ini diharapkan akan semakin meningkatkan kualitas kehidupan serta kesejahteraan masyarakat di Jawa Barat.

Namun, dalam amanat yang disampaikannya ini Aher pun tak menampik berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi saat ini, diantaranya menjaga pertumbuhan ekonomi secara kuat dan berkualitas, pemerataan ekonomi yang berkeadilan, meningkatkan daya beli masyarakat, menekan angka pengangguran dan kemiskinan, adanya kesenjangan pendapatan masyarakat, peningkatan peran masyarakat lanjut usia, menjaga kondusifitas dari ancaman konflik horizontal, ancaman terorisme dan radikalisme, memberantas narkoba, human trafficking, serta melindungi masyarakat dari bahaya pornografi dan pornoaksi.

“Semua tantangan tersebut membutuhkan hadirnya kerja nyata dalam mengatasinya,” kata Aher dalam amanatnya.



Capaian Pembangunan Jabar & Percepatan Pembangunan Model Hibrida

Pada kesempatan ini, dalam amanatnya, Aher juga menyampaikan beberapa capaian indikator makro pembangunan yang telah diraih Jawa Barat hingga pertengahan 2016 ini. IPM Jawa Barat pada tahun 2015 mencapai 69,5 poin; dengan  indeks pendidikan 59,95 poin, indeks kesehatan 80,63 poin, dan indeks pengeluaran sebesar 869,45 poin. Sementara pengeluaran per kapitanya mencapai Rp 9,7 juta.
Laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada tahun 2015 terus dipertahankan hingga di atas 5%, PDRB per kapita sebesar Rp 32,65 juta. Angka inflasi Jabar pada tahun 2015 sebesar 2,75% dan persentase penduduk miskin terus turun hingga 8,95% pada Triwulan I Tahun 2016 ini.

“Berbagai capaian pembangunan tersebut merupakan hasil kerja nyata dari seluruh pemangku kepentingan di Jawa Barat. Untuk itu, kerja nyata harus senantiasa menjadi spirit yang dipertahankan dalam setiap pelaksanaan agenda pembangunan ke depan, sehingga akselerasi berbagai target pembangunan daerah dapat kita wujudkan secara optimal,” harap Aher.

Selain itu, untuk mendukung percepatan pembangunan, mengurangi kesenjangan pendapatan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemprov Jawa Barat terus mendorong aparatnya dalam memberikan kemudahan berinvestasi dan membuka akses keuangan seluasnya untuk masyarakat. Hal ini merupakan strategi efektif dalam mengurangi kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan pendapatan yang terjadi di masyarakat.

Hal lainnya yang Aher ungkapkan, yakni strategi pemerintahannya dalam mempercepat pembangunan namun dilakukan secara merata dan berkesinambungan. Dalam hal ini Pemprov Jawa Barat menerapkan sistem pemerintahan Model Hibrida, yaitu pembangunan berbasis otonomi daerah dan berbasis 3 (tiga) metropolitan dan pusat pertumbuhan di provinsi dengan jumlah penduduk lebih dari 46,7 juta jiwa ini.
“Metropolitan tersebut meliputi Bodebekarpur (Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, dan Purwakarta), Bandung Raya, dan metropolitan Cirebon Raya. Serta pusat pertumbuhan Palabuhanratu, Rancabuaya, dan Pangandaran di kawasan selatan Jawa Barat,” jelas Aher.

Strategi percepatan dan pemerataan pembangunan ini harus bisa didukung oleh berbagai pihak, karena, Aher mengungkapkan, untuk mewujudkan kawasan ini dibutuhkan pendanaan hingga Rp 600 Triliun. Aher pun berharap hal tersebut bisa diwujudkan dengan skema kerjasama pendanaan antara pemerintah dengan dunia usaha, serta peningkatan peran BUMD Provinsi Jawa Barat.