Monday, August 22, 2016

Program Penyelia Mitra Tani Harus Tetap Dilanjutkan


Sumber Daripada:- http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/18759/2016/08/21/Program-Penyelia-Mitra-Tani-Harus-Tetap-Dilanjutkan

Gambar Diperoleh Daripada:- Google

BANDUNG-Anggota Komisi IV DPR RI Akmal Pasluddin menilai keberadaan tenaga pendamping Penyelia Mitra Tani (PMT) yang berada di bawah wewenang Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, menjadi hal yang harus dilanjutkan.

Sebab, program yang diluncurkan sejak tahun 2008 ini, berperan penting dalam mendukung pencapaian Swasembada Pangan yang dicanangkan oleh Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.
“Dalam rangka Swasembada Pangan, kehadiran PMT tidak dapat dinafikan. Oleh karena itu, PMT mempunyai fungsi dan peran stategis untuk mendampingi para petani yang tergabung dalam kelompok Gapoktan (Gabungan Kelompok Petani),” kata Akmal dalam siaran pers yang diterima jabarprov.go.id, Minggu (21/8).

Dikatakan, menurut salah seorang tenaga pendamping PMT, program ini direncanakan untuk dihentikan pada Bulan Agustus 2016 ini karena tidak adanya alokasi anggaran dari Kementerian Pertanian.

“Padahal anggaran Kementerian Pertanian 27 Miliar, sedangkan Program PMT tidak sampai satu persen. Dana 27 Miliar tersebut bukan dana kecil, maka butuh pendampingan ke petani. Oleh karena itu, keberadaan PMT menjadi sangat dibutuhkan oleh kelompok tani,” katanya.

Dengan demikian, tambah Akmal, Komisi IV bersama Dirjen PSP Kementan akan serius mengkaji agar dasar hukum program tersebut menjadi kuat. Sebab, dari segi kebutuhan, keberadaan pendamping petani, khususnya pertanian organik, jumlahnya terus berkurang setiap tahun.
“Oleh karena itu, kami mohon juga agar para pendamping PMT ini menyampaikan ke kepala daerah, DPRD, dan petani di daerah masing-masing, agar persoalan ini menjadi masalah nasional dan kehadiran PMT sangat dibutuhkan,” katanya.

Hingga kini, para pendamping PMT tersebut mengaku telah bertemu dengan Pimpinan Komisi IV DPR RI agar melakukan komunikasi intensif ke Kementerian Pertanian. Berharap, DPR RI akan memperjuangkan alokasi anggaran serta kejelasan status, baik diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) atau diperpanjang kontrak hingga tahun 2019. (ADI)

Sunday, August 21, 2016

HAPPY LUNCH

Keep Calm And Have Lunch... Visit this site : - http://www.naturallembang.com/







Picture Source: Google & Natural Strawberry Land & Resto 

Pemprov Jabar Gelar Ciletuh - Palabuhanratu Geopark Festival 2016

BANDUNG–Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berkomitmen dan memperjuangkan kawasan Geopark Ciletuh masuk dalam jaringan geopark dunia atau Unesco Global Geopark (UGG) yang akan diputuskan pada tanggal 22 Desember 2017.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengutarakan optimismenya, Geopark Ciletuh yang telah memiliki potensi Geodiversity (keragaman geologi), Biodiversity (keragaman hayati) dan Culturdiversity (keragaman budaya) secara terintegrasi akan diakui Unesco dan disejajarkan dengan taman kebumian yang ada diseluruh dunia serta menjadi destinasi wisata berskala internasional.

“Tahun lalu Geopark Ciletuh sudah diakui nasional dan kita ingin target 22 Desember 2017 Unesco menetapkan Ciletuh ini menjadi Unesco Global Geopark sehingga bisa diangkat betul-betul menjadi destinasi pariwisata berkelas dunia,” kata Wagub di Gedung Sate, Selasa (16/08/16).

Untuk mencapai pengakuan tersebut, Pemprov Jabar melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Prov. Jabar selaku penyelenggara, kembali akan mengadakan Ciletuh – Palabuhanratu Geopark Festival 2016 (CGF 2016) yang puncak acaranya akan dihelat pada tanggal 27-28 Agustus 2016 di Pantai Batu Namprak, Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi. Dimana tim Asesor dari Unesco juga akan menilai dan mewawancarai masyarakat di kawasan Geopark Ciletuh tentang potensi yang dimiliki geopark tersebut.

“Festival ini juga untuk mengenalkan tentang potensi Geopark Ciletuh kepada masyarakat luas termasuk ke mancanegara karena beberapa negara juga akan ikut mengisi rangkaian acara tersebut,” ujar Wagub.

Rangkaian acara seperti pertunjukan budaya hasil restorasi, pameran pelatihan dan program pemberdayan masyarakat hingga kegiatan kepariwisataan dan bakti lingkungan akan digelar di CGF 2016, yang kali ini mengangkat tema Eksploring Ciletuh dengan konsep Culture Meet Nature. Kegiatannya sendiri akan dipusatkan di tiga titik yaitu di Pantai Palangpang, Cisolok dan Ujung Genteng.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Ida Hernida menjelaskan, rangkaian kegiatan CGF 2016 ini dimulai dari pra event, main event dan pasca event. Sejak awal Agustus lalu pihaknya telah mensosialisasikan CGF 2016 melalui berbagai acara di beberapa tempat.

“Tanggal 19-21 Agustus nanti kita juga akan menggelar Ciletuh Geopark Expo di TSM Bandung dimana kita akan melaunching Logo Geopark Ciletuh sebagai salah satu persyaratan masuk UGG dan launching Buku dan Website Geopark Ciletuh,” jelasnya.

Yang tak kalah penting dari acara CGF 2016 ini kata Ida, adalah program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat yaitu program pengenalan Homestay. Masyarakat di kawasan Geopark Ciletuh akan disiapkan untuk mejadi pelaku ekonomi dalam bidang penginapan.

“Kita akan melatih mereka dari yang terkecil hingga besar agar mereka siap untuk melakukan usaha yang kita sebut Homestay, ini karena disana belum ada hotel atau penginapan,” katanya.
Pada acara puncak CGF 2016 di Pantai Batu Namprak Ujung Genteng akan ada berbagai Cultural Performance atau pertunjukkan budaya yang melibatkan 500 peserta. Geobike atau aksi bersih lingkungan dengan konsep funbike, dimana 400 peserta yang berasal dari Bandung, Jakarta dan Sukabumi akan bersepeda dengan rute Tamanjaya hingga Pangumbahan.

Geodive yaitu aksi bersih pantai, penanaman terumbu karang, diskusi konservasi penyu dan penyelaman di Karang Antuk dan Sodong Parat akan diikuti oleh 40 peserta.

Geosurf atau aksi bersih pantai melalui kegiatan surfing dan Geokite atau festival layangan hias akan diikuti oleh puluhan peserta tidak hanya dari Indonesia tapi juga dari Singapura, Malaysia, Thailand dan New Zeland yang akan bertempat di Pantai Cipaku, Pantai Ombak Tujuh, Pantai Batu Namprak dan Pangumbahan.

Nelayan sekitar juga akan dilibatkan pada acara perahu hias di Pantai Kelapa Condong. Expo dan Bazaar yang mencakup delapan Kecamatan di Kawasan Geopark Ciletuh – Palabuhanratu juga akan digelar dengan menampilkan pasar produk dan kuliner lokal.

“Masih banyak acara menarik lainnya dan pasca event yaitu tanggal 29 Agustus akan ada aksi bersih pantai oleh Pramuka Kecamatan Ciracap di sepanjang Pantau Ujung Genteng dan Pangumbahan, karena kami khawatir setelah acara banyak sampah berserakan,” tutur Ida.

Sumber Gambar Daripada: Google

Friday, August 19, 2016

Cerita Rakyat Telaga Warna: "Putri Angkuh dan Kalung Permata"

Jom baca cerita rakyat petang-petang ni...Cerita Rakyat Telaga Warna Dari Jawa Barat iaitu "Putri Angkuh dan Kalung Permata"...

Sumber Gambar Daripada: Google



Cerita rakyat telaga warna mengisahkan Putri angkuh dengan kalung permatanya. Dongeng telaga warna berasal dari Jawa Barat dan menjadi asal muasal salah satu danau kecil yang indah di Jawa Barat. Kisah ini juga memberikan pesan moral yang baik untuk kita. Adik-adik harus membacanya sampai selesai.

Di Jawa Barat, ada sebuah telaga yang diberi nama Telaga Warna. Pada saat cuaca sedang cerah, telaga ini akan memantulkan warna- warni yang indah. Konon, Telaga Warna berasal dari air mata Ratu Purbamanah.

Ratu Purbamanah dan Raja Suwartaiaya adalah pemimpin Kerajaan Kutatanggeuhan di Jawa Barat. Mereka memerintah dengan arif dan sangat dicintai rakyatnya. Mereka mempunyai seorang putri yang cantik, yaitu Gilang Rukmini. Orangtuanya sangat memanjakan Gilang Rukmini, karena ia adalah anak satu- satunya. Hal ini membuat Gilang Rukmini bersifat kurang baik. la akan marah dan bertindak kasar jika keinginannya tidak dipenuhi. Walau begitu, orangtua dan rakyat tetap menghargai dan menyayanginya.

Ketika bagi Gilang Rukmini berusia 17 tahun, Raja mengadakan pesta untuknya. la mengundang seluruh rakyat untuk datang. Rakyat pun memusyawarahkan hadiah yang akan diberikan kepada sang Putri. Mereka mengumpulkan uang dan memanggil seorang pengrajin perhiasan yang terkenal. Lalu, jadilah sebuah kalung bertahta permata warna-warni yang sangat indah.

Pesta di mulai, ketika Raja dan Ratu muncul untuk menyapa rakyatnya, mereka segera disambut dengan gembira oleh rakyat. Begitupun ketika Gilang Rukmini muncul. Rakyat pun memberikan hadiah yang mereka siapkan. Raja Suwartalaya membuka hadiah tersebut dan menemukan sebuah kalung yang sangat indah.

"Putriku sayang, pakailah kalung ini, hadiah tanda cinta rakyat kepadarnu," kata Raja kepada putrinya.

"Kalung ini sangat cantik, Nak. Pakailah, kalau tidak rakyat akan kecewa," ujar Ratu Purbamanah.
Gilang Rukmini menatap hadiah kalung itu dengan wajah sebal, "Apa yang indah dari kalung ini, Ibunda? Bentuknya sangat kampungan dan tidak menarik. Aku malu memakainya!" Lalu, ia menghempaskan kalung tersebut ke lantai, sehingga butir butir permatanya tercecer.

Semua tercengang melihat sikap Gilang Rukmini. Tiba-tiba terdengar suara tangis Ratu Purbamanah. la sangat sedih dengan sikap anaknya yang angkuh itu. Tangisnya sangat memilukan hati. Air mata sang Ratu terus mengalir. Karena derasnya air math itu, terbentuklah genangan. Tiba tiba juga, muncullah mata air di halaman istana, makin lama genangan semakin tinggi dan akhinya menenggelamkan seluruh Kerajaan Kutatanggeuhan menjadi sebuah telaga yang sangat indah.
Pada hari yang cerah, telaga itu memantulkan warna-warni yang indah yang konon berasal dari ceceran kalung Gilang Rukmini yang masih berada di dasar telaga.

Pesan moral dari Cerita Rakyat Telaga Warna : Putri Angkuh dan Kalung Permata adalah janganlah menjadi orang sombong karena hal itu akan di benci oleh orang lain. Selain itu hargailah jerih payah orang lain.

Thursday, August 18, 2016

Gurame Strawberry Asam Manis

Selamat Tengahari Semua..Mesti tengah memikirkan nak makan apa kan??..Jom kita nikmati hidangan tengahari kita dengan "Gurame Strawberry Asam Manis"..Hanya terdapat di Natural Strawberry Land & Resto di Ciburial,Lembang iaitu di Bandung Barat...

Picture Source: Google